Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Permata Ku Yang Hilang

Hari ini tertanggal hari Rabu, 14 Februari 2018 dimana permata indah ku hilang dari dunia. Anak bungsu dari kaka sepupu ku pergi meninggalkan pusara selamanya yaitu "Muhammad Walis" dalam usianya masih sangat belia sekitaran umur 3 tahun.

Malam itu aku pulang sendiri setelah rapat acara kenduri maulid dibalai pengajian istiqamatuddin miftahul mua'rif Cot Limpha sekitaran jam 12 tengah malam. Setiba aku dirumah, aku diminta oleh wawak untuk menyiram air yasinan dari anjuran Tgk di seluruh isi rumah dan seluruh perkarangan rumah. Maka aku sendiri memenuhi permitaan beliau untuk menyanggupinya.

Aku ambilkan batangan daun belimbing yang juga menjadi syarat sebagai untuk mengusir setan-setan dan iblis yang dikirim untuk diguna-guna bagi sikecil itu yaitu "Muhammad Walis". Atas anjuran dan perintah Tgk-pun saya sendiri menanggapinnya.

Mulailah saya rintikan air Yasinan itu dari dalam di ruang tamu terus aku ikuti alurnya hingga ke ruang tengah serta kedua kamar. Selanjutnya diikuti sampai kedapur dan kamar mandi. Selesai didalam rumah, aku lanjutkan perkarangan rumah mulai dari garasi mobil terus ke halaman depan dan juga semping kiri kanan serta belakang perkarangan rumah.

Namun tidak hal-hal gaib atau yang mencurigakan terjadi, selain paman ku yang keluar rumah saja, yang memang firasat dan pengakuan dari tempat tgk berobat itu memang dia pelakunya yang mengakui dari roh jahat masuk pada orang-orang serupa yang kena guna-guna itu.

Tanpa kusadari, setelah aku melakukan ritual penyiraman air yasinan tersebut maka paginya si kecil itu masuk rumah sakit. Pagi di hari minggu itu sekitaran jam 09:00 pagi. Tanpa keluhan apapun dia langsung dibawa ke ruang PICU di Rumah Sakit Daerah Meraxa Banda Aceh. Awalnya dia hanya sekedar dibawa untuk mengeluarkan lendir di lehernya saja. Namun sang dokter tidak memberikan ijin untuk pulang lagi karena pasien harus di rawat inap. Maka dimasukanlah dia kedalam ruang pinginapan di ruang picu tersebut langsung disambungkan dengan berbgai peralatan medis dengan nampak grafik dilayar-layar badannya dipenuhi dengan kabel-kebel itu.

Sementara itu. Sang dokter terus melakukan riset dan pemeriksaan demi pemeriksaan untuk memestikan kondisi sipasien. Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Bahkan sang dokter tidak berani berkesimpulan tentang penyakit atau sakit apa yang di derita oleh pasien. Tubuh pasien terus melemah, detak jantung semakin menurun. Dokter semakin panik dan bingung, pemeriksaan LAB tidak membuah hasil. Pasien terus melemah hasil lab tidak diketahui. Semua prosedur dokter normal tapi pasien hampir mendekati koma.

Dokter bimbang, petugas medis mulai sibuk dengan kondisi sipasien dan dokter sudah berkupul di ruangnya untuk mengambil kesimpulan tentang kondisi si pasien. Laporan pasien di mesin elektronik medis semakin menunjukan terpuruk, tidak sesuai dengan hasil lab, pasing sudah tidak begerak lagi, tekanan jantung terus melemah.

Hari semakin sore dan pemeriksaan tidak membuahkan hasil. Sekitar jam 17:00 sang dokter menyerah dan minta maaf pada orang tua si pasien. Dan memohon agar sang si pasien dipindah saja ke Rumah Sakit Umum  Daerah Zainal  Abidin(RSUZA).

Maka sore itu dirujuklah pasien tersebut ke rumah sakit provinsi itu. Sesampai disana pasien langsung ditangani secara medis dan diarahkan keruangan ICU/PICU anak, kondisi pasien semakin memburuk, tekanan jantung terus melemah hingga pasien mengalami koma diruangan itu. Hanya mesin-mesin medis itulah yang bisa memberi tahukan tentang keadaan pasien.

Sampai pagi dia masih koma, dokter mencari solusi bagaimana agar pasien bisa siuman. Maka dimulailah pemeriksaan LAB ulang dengan mengambil sample darah sang pasien. Namun lagi-lagi mustahil darahnya membeku pasien masih dalam kadaan koma.

Diambil pada tangan darah tidak keluar, pada lengan darah juga tidak keluar, sudah beberapa bagian ditusuk dokter darahnya juga masih tidak keluar. Dibuatlah cara terakhir diambilah pada bagian perut dan Alhamdulillah darah keluar tetapi kondisi pasien masih kritis dan koma.

Namun lagi-lagi dari pemeriksaan dokter hasilnya normal dan biasa-biasa saja tidak ada hasil yang mencurigakan dari laporan Lab. Sang dokter tidak berani mengambil kesimpulan tentang apa yang terjadi pada pasien sementara si pasien semakin memburuk datak jantungnya terus menurun.

Hari malai malam lagi dan pasien belum juga baikan harapan dan doa terus saja mengalir untuk si kecil itu berharap datangnya mukjizat demi kesmbuhannya. Mungkin dokterpun mulai menyerah dengan kondisi sipasien yang tidak ada laporan medis.

Malam itu aku juga disana di rumah sakit menunggu hasil dokter sampai larut tengah malam belum ada hasil apa-apa. Dokter terus berusaha dengan semampu mereka tetapi dokter tidak mengetahui apa yang terjadi dengan pasien. Karena secara medis si pasien memang sehat serta baik-baik saja. Namun secara nyata si pasien koma terbaring di ranjang ICU matanya tertutup. Mesin-mesin itu membuat dokter dan perarawat semakin panik dan bimbang hingga pagi dia masih juga koma dan tak siuman.
Pagi rabu mungkin jam menunjukan sekitaran jam 09:00 dirumah sakit itu. Kabar tidak terduga terdegar kondisi si pasien memasuk level 0 dan mesin itu sudah berbunyi-bunyi, grfik di monitor semuanya menunjukan garis lurus.

Orang tua sibayi itu yaitu kaka sepupu ku sudah meraung dalam kesedihan antara harapan dan kepergian. Sang dokterpun dan tenaga medis lain terus membatu gerakan jantung sikecil dengan alat medisnya. Alhamdulullah statistiknya naik lagi walaupun masih sangat kecil mesinnya masih berbunyi sesekali kondisi di ruangan hening dan tidak ada yang berbicara kecuali suara isak tagis.

Beberapa menit kemudian setelahnya datanglah tgk menjenguk dan melihat kondisi pasien. Setelahnya itu tgk berbisik pada telinga sang bayi dengan lemah hanya Allah dan si bayi yang tau. Kemudian tgk keluar dari ruangannya dengan raut wajah yang sedih. Orang tua bayi panik bimbang namun dengan harapan.

Maka sapalah tgk kepada ibunya dan ayahnya sang bayi itu "Bersabarlah apapun yang Allah berikan itulah yang terbaik" kata tgk untuk Ibu dan Ayahnya sikecil itu. Apa yang terjadi tgk? Tanya ibu sibayi! Maka tgk menjawab "Tunggulah beberapa saat lagi hingga waktu dia tiba". Maka bisikanlah isi hati mu pada sikecil itu minta maaflah pada semua bagitu kata tgk".

Dilakukanlah oleh ibunya padanya terus diikuti oleh Ayahnya, Nenek dan juga wawaknya dan juga adik laki-laki dari ibu sibayi.

Tgk berpesan" Bersabarlah apapun yang terjadi. Apapun yang Allah berikan itulah yang terbaik. " Pesan tgk dengan nada sedih dan lemah seakan tgk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
Begegas pergi tgk meninggalkan ruangan tunggu dan rumah sakit. Hingga beberapa saat tgk diluar maka bebunyilah ponselnya yang di telpon dari orang tua sibayi yang mengabarkan tentang" kepergian intan permata hati hilang dari dunia. "

Kehiningan terus menyusupi ruangan itu hanya isak tangis memecahkan keheningan dikamar itu. Sang dokterpun minta maaf pada orang tua bayi yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dan perawat mulai mematikan mesin-mesin medis itu dan melepaskan kabel-kabelnya ditubuh pasien dan ditutuplah pasien dengan kain putih dari kaki hingga kepala dengan kain putih.

Allah telah menjawab semuanya hidup dengan cahaya nabi dan meninggal dengan janji Allah. Allah tidak pernah melanggar janjinya. Dan si Walis telah sampai pada masa yang Allah janjikan. Maka pulanglah dia ke rahmatalli'alamin.

Hari ini dia telah menutup usianya diusia yang masih sangat belia. Selamat jalan anak ku semoga engkau menjadi penghuni syurganya. Selalu doakan orang tua mu semoga bertemu kembali diakhir kelak. Amin.

Sabtu, 08 April 2017

Cerita Ku di Hari Ini Tanpa Kesah


Cerita Ku di Hari Ini Tanpa Kesah

Aku tidak tau harus memulainya darimana karena kisah ini aku sendiri tidak tau darimana mulanya. Seingat aku tadi pagi ketika aku terbagun sendiri melihat jam menujukan pukul 07:05 Wib. Namun aku tidak menghiraukannya dan aku melanjutkan tidur, maunya aku langsung bangun dan lari pagi pikir dalam pikiran ku sambilan menikmati nyenyaknya tidur dipagi hari dan ku tarik selimut ku hingga aku terlelap tanpa sadar akhirnya aku terbangun lagi hingga jam 09:45 pagi hampir jam 10:00.
Aku terkejut karena jam sudah menunjukan kesiangan. Aku bergagas bangun dan mandi hendak ke tempat study kuliah. Mandi dengan serba terburu-buru mungkin yang aku lakukannya hanya siram-siram air doang dan sikat gigi lain lupa. Tak lama dikamar mandi hingga mandinya selesai. Siap berkemas aku pikiran ku berputar balik. Akupun tidak langsung ke kampus tetapi duluan menuju ke warung kopi (warkop).

Aku pesan secangkir kopi hitam sebagai awal untuk mengawali pagi ku yang hampir siang. Secangkir kopi sebagai penikmat dan ku makan sepotong kue yang sudah dihidangkan di atas meja. "Ting" ponsel android berbunyi disaku celana dan ternyata pesan WhatsApp dari teman sekampus masuk " Hy bray ada masuk kuliah pagi ini" tanya teman dari WhatsApp ku. Aku tidak menjawabnya tetapi aku mencoba untuk menanyakan informasi pada kawan yang lain. Tak lama kemudian dia membalas WhatsApp ku mengatakan bahwa hari ini tidak kuliah karena mereka lagi berada di lokasi KKN ke seberang kabupaten sana.

Aku memberi tahu teman ku yang duluan menanyakan informasi tersebut bahwa tidak kuliah dan dia menginformasikan untuk seluruh teman yang lain bahwah "MK Metodelogi Penelitian" tidak masuk hari ini.

Aku di warkop terus menikmati kopi pagi seorang diri sambilan memainkan media sosial facebook ku melihat komentar-komentar yang ada.Karena tidak ada kegiatan akupun duduk lama disana hingga datanglah seorang menemani yaitu Tgk. Muhammad dan beliau mangajak untuk berbicara serta membagi pendapat dengan acara yang akan diadakan nantikan di balai pengajian "Istiqamatuddin Miftahul Mu'arif".

Pesantren Istiqamatuddin Miftahul Mu'arif merupakan sebuah balai pengajian yang didirikan oleh Tgk. Muhammad di Gampoeng Ateuk Lueng Ie yang tujuan utamanya ialah sebagai tempat belajar dan ngajar di untuk masyarakat gampoeng dan warga sekitarnya.

Berbicang lama dengan beliau hingga tak tersisa lagi waktu azan dhuhurpun di kumandangkan terdengar dari mushalla Assasunnah dan kami bergagas pergi hendak shalat dulu hingga shalat usai.
Tak terasa jam menunjukan pukul 14:00 siang aku pulang duluan hendak makan. Setiba dirumah aku santap dengan lahabnya. Usai makan aku duduk sendiri di teras belakang dengan menikmati angin dari pematang sawah yang dingin dan sepoi-sepoi.

Aku hanya seorang diri dirumah karena rumah lagi sepi orang rumah pada melakukan kegiatannya masing-masing di tempat kerja. Biasanya orang rumah pulang pada siang hari tetapi hari ini tidak ada yang pulang jadinya sepi merantai seorang diri.
Aku terus duduk sendiri dengan berangan-angan di khayal ku serta memikirkan permasalah di study ku. Enthalah pikir dalam benak ku semua itu sudah terjadi. Upaya kita hanyalah memperbaiki dengan masalah apa yang sudah terjadi.

"Assalamualaikum.." dari luar sana. "Walaikum salam jawab ku". Ternyata mereka pulang. Aku masih saja diteras belakang masih dalam kondisi merenungi. Aku hanya sekedar sapa mereka dan menggoda si kecil yang dipangkuan kaka ku.

Setelahnya aku melanjutkan masuk ke kamar dengan menyalakan Komputer ku yang hendak bermain game. Namun sebelumnya aku mengecek email ku dan tidak ada pesan baru yang masuk kecuali pemberitahuan dari aku media sosial ku. Aku jenuh melihatnya hanya itu-itu saja. Aku putuskan koneksi dengan memainkan game offline untuk menenangkan diri sejenak. Karena bermain game juga merupakan keseringan yang aku mainkan. Meski hanya sebuah permainan game tetapi itu sangat mentang bagi ku asik dan menyenangkan.

Tak terasa aku menghabiskan waktu lama di depan destop ku dikamar. Hingga aku pergi sejenak menuju ke pasar induk hendak membeli dua bekalan kue ade kak nah untuk persiapan acara nanti malam di balai pengajian miftahul mu'arif. Bekalan itu aku sisihkan dan aku kasih sama orang rumah di dayah.

Sepulang dari dayah dijalan aku berjumpa dengan Tgk di warung dan diminta untuk singgah lagi disebuah warung dekat dengan sebuah kali besar dan pohon rimbun di atasnya menjadikan adem ayem yang duduk dibawah sana. Tidak lama aku duduk situ bersama Tgk dan kawan dayah lainnya datang seorang kawan dari sudut persimpangan sana bersama dengan tgk dahlan. Mereka ikut gabung bersama kami dan duduk dengan memesan kopi sambilan bercerita senda gurau.

Terus hingga tak lama aku diajak lagi oleh dia ke pasar induk untuk belanja buah keperluan untuk acara persiapan nanti malam juga. Pergilah kami kesana sebentar dengan membelajankan beberapa jenis buah sampai kami rasa cukup kamipun pulang.

Singkat cerita hingga malampun tiba. Setelah magrib aku kesana seorang diri dan tiba juga beberapa para santri lainnya serta para undangan hingga acara di mulai dan berlangsung lama hingga pertengahan malam. Acaranya berlangsung dengan tertip dan sangat mengesankan serta menjadikan pengalaman yang baru bagi para undangan yang hadir sungguh menakjubkan.

Malampun semakin larut hingga kami pamit pulang. Aku pulang seorang diri hingga sampai di kamar kecil ku dimana tempat aku sering meratap merenungkan nasib serta bekarya di dalam sana. Aku tarik selimut hingga aku tidur terlelap mungkin jam menunjukan sekitar 02:00 pagi. Selamat pagi dan Selamat beristirahat. Semoga mimpi indah.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net